
OTW Indonesia- Tahun 2026 merupakan tahun dimana Mitsubishi comeback kepada elektrifikasi pada otomotif di Indonesia dengan meluncurkan tipe terbaru dari compact SUV andalan mereka, yaitu Mitsubishi Xforce Hybrid. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, tim OTW Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mencoba produk andalan terbaru dari pabrikan berlogo tiga berlian ini.
Eksterior Mitsubishi Xforce Hybrid

Secara keseluruhan, Mitsubishi Xforce Hybrid masih mengadopsi bahasa desain yang sama. Pada bagian grillenya masih mengadopsi bahasa desain dynamic shield khas Mitsubishi kekinian dan masih menggunakan lampu berbentuk huruf T untuk bagian depan dan belakangnya.

Perubahan terlihat adanya penambahan emblem “HEV” pada bagian depan, samping, dan belakang dari mobil ini. Menurut kami, penambahan ini merupakan penambahan yang lumrah dalam upaya menunjukkan identitas Xforce Hybrid sebagai mobil yang masuk kedalam kategori mobil elektrik. Namun, ukuran emblem pada bagian samping menurut kami terlalu besar.

Ubahan juga tampak pada penggunaan velg berukuran 18 inci berdesain baru yang disebut oleh Mitsubishi sebagai Aero Wheels. Selain velg, lampu belakang dari mobil ini juga mendapatkan cover lampu beraksen smoke.
Interior Mitsubisihi Xforce Hybrid
Interior tidak luput dari improvement pada Xforce Hybrid ini. Perbedaan yang paling terlihat yaitu adanya penggunaan Electric Shifter pada bagian tengah, adanya pendingin di konsol tengah, serta kehadiran panoramic roof.



Selain ketiga hal tersebut, Xforce Hybrid masih mempertahankan head unit berukuran 12,3 inci yang dilengkapi konektivitas Android Auto serta Apple Carplay yang dapat dinikmati dengan atau tanpa koneksi kabel serta dilengkapi dengan Around View Monitor. Namun, khusus yang tipe hybrid premium, head unitnya sudah dilengkapi dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) serta tampilan energy flow yang memungkinkan kita untuk melihat alur kerja dari mesin, motor listrik, dan jumlah isi baterai. Pilihan premium sound dari Yamaha juga hadir pada Xforce hybrid yang dilengkapi dengan premium package serta pengaturan jok elektrik pada sisi pengemudi. Terakhir, pada premium package, untuk bagasinya sudah disematkan power tailgate.

Instrument Cluster dari Xforce Hybrid juga masih memiliki tampilan serta ukuran yang sama, yaitu 8 inci. Namun, terdapat penambahan tampilan informasi mengenai isi baterai serta indikator “READY” yang menyala ketika mobil siap untuk digunakan.

Spesifikasi Xforce Hybrid
Secara dimensi, Xforce Hybrid memiliki panjang serta lebar yang sama dengan Xforce non hybrid yang sudah dijual terlebih dahulu di Indonesia, yaitu di 4.390 mm dan 1.810 mm. Namun, tinggi dari Xforce Hybrid ini berada di 1.650 mm atau lebih rendah 10 mm dibandingkan dengan Xforce non hybrid.

Ubahan terbesar terletak pada mesin dari Xforce Hybrid ini. Mobil ini menggunakan mesin berkapasitas 1.6 liter yang didampingi dengan baterai lithiun-ion berkapasitas 1,1 kWh dan motor listrik. Tenaga kombinasi dari Xforce Hybrid ini berada di 116 PS dan torsi maksimum di 255 NM. Tenaga tersebut dialirkan ke roda depan melalui transmisi dual trans axle yang dapat mengatur kerja dari mesin dan motor listrik untuk bekerja baik secara seri maupun paralel.

Ubahan lain yang disematkan pada Xforce Hybrid ini ada pada sektor suspensi yang di-improve sehingga dapat memberikan kenyaman lebih kepada pengendara serta penumpang mobil ini.

Impresi berkendara Mitsubishi Xforce Hybrid
Rute pengetesan kali ini dimulai dari Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD. Pada pengetesan kali ini, tim OTW Indonesia ditemani oleh Grady Ewaldo yang duduk di kursi penumpang depan. Hal pertama yang terasa dari mobil ini adalah posisi setir yang condong kearah kiri sehingga sedikit kurang ergonomis. Tetapi, mekanisme pengaturan setir yang sudah dilengkapi dengan tilt & telescopic membantu kami untuk menemukan posisi mengemudi terbaik.

Ketika berakselerasi keluar dari area ICE BSD, kami merasakan power delivery yang sangat halus namun tetap memberikan akselerasi instan yang diberikan oleh motor listrik mobil ini. Kami mencoba memaksimalkan kerja dari motor listrik dan kami cukup berhasil karena ketika kami berjalan sampai dengan area Eastvara, mesin baru menyala untuk mengisi baterai. Ketika mesin menyala, kami tidak merasakan lag atau jeda sedikitpun yang mengganggu
Ketika sampai di kawasan Eastvara, tepatnya didepan AEON Eastvara, kami langsung merasakan karakter suspensi yang jauh lebih nyaman pada Xforce Hybrid ini. Kami cukup terkejut dengan hasil dari improvement ini sehingga kami dan Grady setuju bahwa Xforce ini memiliki pendekatan yang sama dengan model Mitsubishi lainnya, yaitu memberikan ride quality yang superior lewat suspensi yang nyaman serta sasis yang berkarakter kaku. Meskipun suspensinya sekarang sudah lebih empuk jika dibandingkan dengan Xforce yang sebelumnya, tapi handling mobil ini menurut kami masih cukup baik meskipun bukan yang terbaik dikelasnya. Untuk gejala limbung juga masih dalam tahap wajar.

Berlanjut ke daerah Alam Sutera, kami mencoba dua mode berkendara baru dari Mitsubishi Xforce Hybrid ini, yaitu Charging dan EV. Ketika masuk ke mode charging, mesin mobil akan terus menyala sampai baterai mencapai satu bar dibawah tingkat maksimum. Pada mode berkendara ini kami juga merasakan putaran tinggi khas mobil hybrid ketika sedang mengisi baterainya sehingga suara mesin cukup masuk ke dalam kabin. Selesai mengisi baterai dengan mode charge, kami langsung merasakan mode EV atau mobil murni digerakan oleh motor listrik. Ketika kami menguji di daerah perumahan, kami berhasil mengelilingi komplek sebanyak dua kali tanpa mesin menyala.
Ketika kami kembali menuju ICE BSD, kami berganti posisi dengan Grady sebagai penumpang. Kami merasakan kenyamanan yang baik sebagai penumpang berkat suspensi yang sudah di-improve serta jok yang cukup nyaman. Namun, untuk suara ban masih cukup terdengar ke dalam kabin.
Kesimpulan
Xforce Hybrid berhasil memberikan rasa berkendara serta kenyamanan yang optimal lewat mesin hybrid yang lebih bertenaga jika dibandingkan dengan mesin non hybrid yang dipakai pada Xforce sebelumnya dan masih digunakan pada kedua tipe Xforce lain, yaitu Ultimate dan Exceed. Suspensi yang ditingkatkan kualitasnya juga meningkatkan kenyamanan serta ride quality dari mobil ini. Bisa kami bilang, sebenarnya karakter seperti yang dimiliki oleh Xforce Hybrid inilah yang seharusnya hadir dari Xforce keluaran awal.
Dibanderol dengan harga Rp 445 juta on the road Jakarta serta adanya tambahan biaya sebesar Rp 25 juta yang harus dikeluarkan untuk memperoleh premium package dengan adanya tambahan fitur yang terdiri atas Yamaha Premium Sound, TPMS, power tailgate, electric seat pada kursi pengemudi, serta around view monitor, menurut kami harga ini masih sedikit terlalu mahal. Seandainya harga Rp 445 Juta sudah termasuk dengan premium package,menurut kami, Xforce Hybrid in akan memiliki value for money yang lebih baik.
Pantengin terus otwindonesia.com serta Youtube dan media sosial dari OTW Indonesia untuk berita otomotif terkini!
