
OTW Indonesia - Strategi VinFast dalam menghadapi perkembangan industri kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada teknologi dan kapasitas produksi. Produsen asal Vietnam itu juga memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan talenta sejak sebelum calon tenaga kerja memasuki industri.
Langkah ini menjadi penting karena kendaraan modern semakin mengandalkan perangkat lunak, kecerdasan buatan, baterai, otomasi, dan konektivitas. Persaingan mendapatkan talenta pun semakin ketat, termasuk dengan perusahaan teknologi dan startup.
Salah satu bagian dari strategi VinFast adalah membangun jalur talenta melalui kolaborasi pendidikan. Pada 2025, VinFast bersama VinUniversity menjalin kemitraan strategis di bidang teknologi baterai dan material canggih.
Mahasiswa dan peneliti memperoleh kesempatan mengikuti proyek penelitian, pelatihan teknis, serta program magang bersama para ahli VinFast.
VinFast juga bekerja sama dengan 19 universitas dan institusi pendidikan tinggi di Vietnam. Program itu mencakup teknik otomotif, mekatronika, teknik elektro dan elektronika, otomasi, serta teknologi informasi.
Mahasiswa berkesempatan mengikuti magang di fasilitas manufaktur dan layanan purnajual VinFast. Kandidat berprestasi juga dapat diprioritaskan untuk direkrut setelah lulus.
Perluas Pengembangan Talenta Global

Strategi VinFast turut diterapkan ketika perusahaan memperluas fasilitas produksi ke pasar global. Di India, VinFast menargetkan 3.000–3.500 lapangan kerja langsung di pabrik Tamil Nadu, dengan sekitar 80% tenaga kerja berasal dari lulusan baru dan peserta pelatihan lokal.
Sementara di Indonesia, pabrik VinFast di Subang pada tahap awal menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada staf manajerial di Vietnam selama tiga hingga empat bulan serta menghadirkan ahli dari Vietnam untuk melatih teknisi lokal.
Nguyễn Văn Việt yang telah bertahun-tahun melakukan penelitian di bidang transportasi, menilai langkah yang dilakukan VinFast memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri dengan membantu mengurangi kesenjangan antara pembelajaran di ruang kelas dan kebutuhan industri.
“Model ini menciptakan nilai bagi ketiga pemangku kepentingan: perusahaan mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri, institusi pendidikan dapat memperbarui kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan, dan mahasiswa mendapatkan akses ke lebih banyak peluang karier berkualitas,” katanya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi VinFast tidak sekadar mengejar pertumbuhan produksi, tetapi membangun fondasi sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik dalam jangka panjang.
Pantengin terus website, youtube serta media sosial OTW Indonesia untuk mengetahui berita otomotif terkini!
